BUAT MEREKA TERSENYUM
Beberapa hari
yang lalu baru saja kita merayakan idul adha. Sejarah mengenai idul kurban
pasti kita semua telah mengetahuinya dimana Nabi Ibrahim selama
bertahun-bertahun berkeluarga belum dikarunia anak. Nabi Ibrahim pun selalu berdoa
dan memohon kepada Allah agar diberikan keturunan. Singkat cerita, Nabi Ibrahim
pun memiliki anak Nabi Ismail , tapi pada saat anaknya berusia sekitar 7 tahun
Nabi Ibrahim pun bermimpi bahwa ia harus menyembelih putranya Nabi Ismail,
ketika memberitahukan kepada Nabi Ismail, di luar dugaan Nabi Ibrahim,Nabi Ismail menjawab “Wahai Bapakku,
lakukan saja. Aku insya Allah termasuk orang-orang yang siap dengan sabar
menghadapi perintah Allah ini.” Nabi
Ibrahim pun menjawab , “Ya sudah,
bismillah kalau begitu. Saya siapkan pisau yang tajam.” Tapi, Allah Maha
Bijaksana dengan melihat pengorbanaan seorang ayah dan kepatuhan seorang anak ,
Allah pun mengganti Ismail dengan seekor kambing dan Ismail tetap sehat bugar. Inilah
kisah yang menjadi cikal bakal hari raya kurban
Hikmah yang bisa kita ambil adalah kita sebagai seorang anak hendaknya taat dan
patuh kepada orang tua. Pengorbanan Nabi Ismail As yang rela disebelih harus
kita contohi. Tapi, bukan ikut disembelih juga tapi hidup dengan tidak
melupakan jasa orang tua dan selalu berusaha menorehkan senyuman indah pada
bibir mereka. Ada kisah lain diceritakan
“suatu waktu Nabi Muhammad ditanya oleh
sahabatnya. Ya, Rasulullah adakah orang yang paling disayang Allah selain
engkau? Nabi menjayawb ada Salman Al-Farisi . sahabat bertanya kembali kenapa
dia ya Rasul? Kemudian nabi bercrita bahwa Salman AL farisi adalah orang yang
berasal dari keluarga miskin tapi ibunya hendak berangkat haji,tetapi untuk
berjalan pun ibunya tidak sanggup, dan uang pun mereka tak punya. Namun Salman
tidak berputus asa, akhirnya dia menggendong
ibunya dari suatu tempat yang jauh menuju ke mekkah. Diperlukan waktu
berhari-hari untuk melaksanakan perjalanan itu, sehinggaa tanpa terasa kulit
punggunya terkelupas “.
Dari kisah –kisah diatas Subhanallah sungguh
besar pengorbanan Nabi Ismail dan Salman Al Farisi untuk memenuhi permintaan
orang tuanya. Sekarang cobalah kita merenung dan berpikir sejenak. Apa yang
sudah kita lakukan untuk memenuhi permintaan orang tua kita??? Orang tua kita saat ini
hanya ingin kita kuliah dengan benar agar menjadi orang yang sukses nantinya.
Bersungguh –sungguhkah kita dalam menerima permintaan tersebut?? Semua kembali
lagi pada diri kita apakah ingin menjadi anak yang mendapatkan surga di telapak
kaki ibunya atau mendapat api neraka jahannam.
Kita selalu menuntut hak kita, tapi apakah
kita sudah melaksanakan kewajiban kita pada mereka. Mereka tidak pernah
mengharapkan pamrih dari apa yang mereka berikan, yang mereka inginkan hanyalah
kita bahagia. Orang tua selalu
memperhatikan kita, apakah kita sempat berpikir susahnya orang tua untuk
mencari nafkah, dan mencoba membuat kita bahagia . Apa yang harus kita lakukan
untuk membalas jasa mereka??
Allah
pun berfirman “Dan Tuhanmu telah
memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu
berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di
antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu,
maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan
janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang
mulia”. (Q.S Al Israa’, 17:23). Selain itu Allah pun berfirman“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka
berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka
keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (Q.S
Al Israa’, 17:24).
Sekarang berusahalah lakukan
apapun untuk membuat bibir manis mereka tersenyum. Allah selalu menindungi
hamba-Nya yang berada selalu berusaha. “Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku
dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab
(hari kiamat).” (Q.S Ibrahim, 14:41).
by : Dida Hafizah Langga