Kamis, 29 November 2012

bulettin


BUAT MEREKA TERSENYUM
Beberapa hari yang lalu baru saja kita merayakan idul adha. Sejarah mengenai idul kurban pasti kita semua telah mengetahuinya dimana Nabi Ibrahim selama bertahun-bertahun berkeluarga belum dikarunia anak. Nabi Ibrahim pun selalu berdoa dan memohon kepada Allah agar diberikan keturunan. Singkat cerita, Nabi Ibrahim pun memiliki anak Nabi Ismail , tapi pada saat anaknya berusia sekitar 7 tahun Nabi Ibrahim pun bermimpi bahwa ia harus menyembelih putranya Nabi Ismail, ketika memberitahukan kepada Nabi Ismail, di luar dugaan Nabi Ibrahim,Nabi Ismail menjawab “Wahai Bapakku, lakukan saja. Aku insya Allah termasuk orang-orang yang siap dengan sabar menghadapi perintah Allah ini.” Nabi Ibrahim pun menjawab , “Ya sudah, bismillah kalau begitu. Saya siapkan pisau yang tajam.” Tapi, Allah Maha Bijaksana dengan melihat pengorbanaan seorang ayah dan kepatuhan seorang anak , Allah pun mengganti Ismail dengan seekor kambing dan Ismail tetap sehat bugar. Inilah kisah yang menjadi cikal bakal hari raya kurban
Hikmah yang bisa kita ambil adalah  kita sebagai seorang anak hendaknya taat dan patuh kepada orang tua. Pengorbanan Nabi Ismail As yang rela disebelih harus kita contohi. Tapi, bukan ikut disembelih juga tapi hidup dengan tidak melupakan jasa orang tua dan selalu berusaha menorehkan senyuman indah pada bibir mereka. Ada kisah lain  diceritakan “suatu waktu Nabi Muhammad ditanya oleh sahabatnya. Ya, Rasulullah adakah orang yang paling disayang Allah selain engkau? Nabi menjayawb ada Salman Al-Farisi . sahabat bertanya kembali kenapa dia ya Rasul? Kemudian nabi bercrita bahwa Salman AL farisi adalah orang yang berasal dari keluarga miskin tapi ibunya hendak berangkat haji,tetapi untuk berjalan pun ibunya tidak sanggup, dan uang pun mereka tak punya. Namun Salman tidak berputus asa, akhirnya dia menggendong  ibunya dari suatu tempat yang jauh menuju ke mekkah. Diperlukan waktu berhari-hari untuk melaksanakan perjalanan itu, sehinggaa tanpa terasa kulit punggunya terkelupas “.
Dari kisah –kisah diatas Subhanallah sungguh besar pengorbanan Nabi Ismail dan Salman Al Farisi untuk memenuhi permintaan orang tuanya. Sekarang cobalah kita merenung dan berpikir sejenak. Apa yang sudah kita lakukan untuk memenuhi permintaan  orang tua kita??? Orang tua kita saat ini hanya ingin kita kuliah dengan benar agar menjadi orang yang sukses nantinya. Bersungguh –sungguhkah kita dalam menerima permintaan tersebut?? Semua kembali lagi pada diri kita apakah ingin menjadi anak yang mendapatkan surga di telapak kaki ibunya atau mendapat api neraka jahannam. 
Kita selalu menuntut hak kita, tapi apakah kita sudah melaksanakan kewajiban kita pada mereka. Mereka tidak pernah mengharapkan pamrih dari apa yang mereka berikan, yang mereka inginkan hanyalah kita bahagia. Orang tua  selalu memperhatikan kita, apakah kita sempat berpikir susahnya orang tua untuk mencari nafkah, dan mencoba membuat kita bahagia . Apa yang harus kita lakukan untuk membalas jasa mereka??
Allah pun berfirman “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (Q.S Al Israa’, 17:23). Selain itu Allah pun berfirman“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (Q.S Al Israa’, 17:24).
Sekarang berusahalah lakukan apapun untuk membuat bibir manis mereka tersenyum. Allah selalu menindungi hamba-Nya yang berada selalu berusaha. “Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (Q.S Ibrahim, 14:41).

by : Dida Hafizah  Langga








Tidak ada komentar:

Posting Komentar