Sabtu, 01 Juni 2013



PAPUA MEMANGGIL
Indonesia sangat dikenal di mata dunia sebagai penghasil sumber daya alam yang melimpah. Hal inilah yang memicu  para penjajah pada zaman dahulu datang ke Indonesia. Kekayaan alam kita diekploitasi dan kita tidak mendapatkan keuntungannya sama sekali, kita hanya merasakan kesakitan di sekujur tubuh karena dipaksa bekerja tanpa henti .
Secara sadar atau tidak  sekarang setelah 67 tahun kita merdeka tampaknya memang kita tidak lagi dijajah, tapi cobalah kita tengok ke  Indonesia Timur khususnya tanah Papua yang kekayaan alamnya dieksploitasi habis-habisan oleh pihak asing. Perampokan ekonomi dan eksploitasi sumber daya alam oleh imprealisme barat terjadi di Papua.  Tanah Papua yang sangat kaya akan hasil alam mulai dari hasil tambang, kekayaan laut, hasil perkebunan di ekploitasi habis-habisan dan masyarakat Papua hanya mendapatkan sedikit keuntungan . Pertambangan raksasa emas dan tembaga kini berubah drastis, dari gunung kini menjadi danau.Pantas saja rakyat Papua ingin memisahkan diri,sebab mereka telah dibodohkan secara sosial, ekonomi dan kultural.
Sebagai daerah penghasil tambang emas, tanah Papua mampu mendulang keuntungan US$ 19 juta atau sekitar Rp 114 miliar per hari untuk PT Freeport Indonesia, perusahaan asing milik Amerika Serikat (AS) yang sudah beroperasi selama 44 tahun di Papua. Sejak tahun 1967, PT Freeport Indonesia beroperasi dan mengeksploitasi sumber daya alam di Papua. Lebih dari 2,6 juta hektar lahan sudah dieksploitasi,termasuk 119.435 hektar kawasan hutan lindung dan 1,7 juta hektar kawasan hutan konservasi. Hak tanah masyarakat adat pun ikut digusur.
Dari hasil eksploitasi itu, setiap hari, rata-rata perusahaan raksasa dan penyumbang terbesar industri emas di AS itu mampu meraih keuntungan Rp 114 miliar per hari. Jika keuntungan tersebut dikalikan 30 hari, keuntungan PT FI mencapai US$ 589 juta atau sekitar Rp 3,534 triliun per bulan,dan dalam 1 tahun keuntungan PT FI mencapai Rp 70 triliun per tahun.Berdasarkan laporan kontrak kerja antara pemerintah Indonesia dengan PT FI yang berlaku sejak Desember 1991, kontribusi perusahaan tambang itu ke pemerintah Indonesia ternyata hanya sekitar US$ 12 miliar per tahun.Namun, awal November tahun lalu, sebelum ada pemogokan karyawan menuntut kenaikan upah, PT FI mengaku telah menyetorkan royalti, dividen, dan pajak senilai Rp 19 triliun kepada pemerintah Indonesia atau naik Rp 1 triliun jika dibanding 2010 yang hanya Rp 18 triliun.
Berbagai kalangan menilai, kontribusi sebesar itu tentu tidak sebanding dengan hasil eksploitasi yang diperoleh PT FI. Secara umum, pemerintah Indonesia tidak hanya dirugikan dalam keuntungan materi saja. Eksploitasi tambang yang dilakukan PT FI  telah merusak lingkungan.
Dengan melihat begitu besarnya kerugian yang dialami bangsa ,rasanya saat ini kita masih dijajah. Dijajah di atas kekuatan yang kita miliki. Kekayaan alam yang kita punya dimonopoli oleh pihak asing dan kita hanya mendapatkan sedikit keuntungan dari apa yang kita miliki. Seandainya, jika kekayaan alam di tanah Papua bisa kita kuasai sendiri , keuntungan yang didapatkan oleh bangsa  bisa mensejahterakan seluruh bangsa Indonesia. Dengan keuntungan mencapai Rp 70 triliun per tahun  bisa menggratiskan biaya pendidikan dan biaya kesehatan tanpa menggunakan uang APBN .
Pemerintah tidak bisa berbuat banyak , dari zaman Soeharto lahan di tanah Papua sudah dikuasai oleh pihak asing dan kita hanya mendapatkan bencana dari hasil eksploitasi tersebut. Tambang yang terus digali menyebabkan kelongsoran dan sekitar bulan Desember tahun lalu sebagian masyarakat Papua mengalami kelaparan . Hal ini sangat disayangkan, tanah yang sebagai lahan pertanian ikut rusak dikotori  oleh limbah Freeport , air sumur pun jadi keruh. Kita hanya menanti akan hancurnya tanah Papua saat ini jika kita tidak bergerak cepat dan tidak bisa mengatasi dampak dari ekploitasi alam yang terus menerus. Kita hanya mendapatkan sampah.
Eksploitasi alam yang terus menerus yang merugikan bangsa tidak bisa  dibiarkan. Peningkatan SDM sangat diperlukan saat ini. Indonesia membutuhkan orang – orang profesional yang dapat memanfatkan  SDA yang melimpah di tanah air ini. Dengan SDM yang handal kita dapat memanfaatkan sumber daya alam untuk mensejahterkan bangsa dam membebaskan Indonesia dari monopoli pihak asing. Oleh karena itu masyarat Papua memanggil seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama membangun kembali Papua menjadi tempat sumber kekayaan alam yang melimpah yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bangsa.


By : Dida Hafizah Asmarabbiah





Tidak ada komentar:

Posting Komentar