PAPUA MEMANGGIL
Indonesia sangat dikenal di mata
dunia sebagai penghasil sumber daya alam yang melimpah. Hal inilah yang
memicu para penjajah pada zaman dahulu datang
ke Indonesia. Kekayaan alam kita diekploitasi dan kita tidak mendapatkan
keuntungannya sama sekali, kita hanya merasakan kesakitan di sekujur tubuh
karena dipaksa bekerja tanpa henti .
Secara sadar atau tidak sekarang
setelah 67 tahun kita merdeka tampaknya memang kita tidak lagi dijajah, tapi
cobalah kita tengok ke Indonesia Timur
khususnya tanah Papua yang kekayaan alamnya dieksploitasi habis-habisan oleh
pihak asing. Perampokan ekonomi dan eksploitasi sumber daya
alam oleh imprealisme barat terjadi di Papua. Tanah
Papua yang sangat kaya akan hasil alam mulai dari hasil tambang, kekayaan laut,
hasil perkebunan di ekploitasi habis-habisan dan masyarakat Papua hanya
mendapatkan sedikit keuntungan . Pertambangan raksasa emas
dan tembaga kini berubah drastis, dari gunung kini menjadi danau.Pantas saja
rakyat Papua ingin memisahkan diri,sebab mereka telah dibodohkan secara sosial,
ekonomi dan kultural.
Sebagai
daerah penghasil tambang emas, tanah Papua mampu mendulang keuntungan US$ 19
juta atau sekitar Rp 114 miliar per hari untuk PT Freeport Indonesia,
perusahaan asing milik Amerika Serikat (AS) yang sudah beroperasi selama 44
tahun di Papua. Sejak tahun 1967, PT Freeport Indonesia beroperasi dan
mengeksploitasi sumber daya alam di Papua. Lebih dari 2,6 juta hektar lahan
sudah dieksploitasi,termasuk 119.435 hektar kawasan hutan lindung dan 1,7 juta
hektar kawasan hutan konservasi. Hak tanah masyarakat adat pun ikut digusur.
Dari hasil
eksploitasi itu, setiap hari, rata-rata perusahaan raksasa dan penyumbang
terbesar industri emas di AS itu mampu meraih keuntungan Rp 114 miliar per
hari. Jika keuntungan tersebut dikalikan 30 hari, keuntungan PT FI mencapai US$
589 juta atau sekitar Rp 3,534 triliun per bulan,dan dalam 1 tahun keuntungan
PT FI mencapai Rp 70 triliun per tahun.Berdasarkan laporan kontrak kerja antara
pemerintah Indonesia dengan PT FI yang berlaku sejak Desember 1991, kontribusi
perusahaan tambang itu ke pemerintah Indonesia ternyata hanya sekitar US$ 12
miliar per tahun.Namun, awal November tahun lalu, sebelum ada pemogokan
karyawan menuntut kenaikan upah, PT FI mengaku telah menyetorkan royalti,
dividen, dan pajak senilai Rp 19 triliun kepada pemerintah Indonesia atau naik
Rp 1 triliun jika dibanding 2010 yang hanya Rp 18 triliun.
Berbagai
kalangan menilai, kontribusi sebesar itu tentu tidak sebanding dengan hasil
eksploitasi yang diperoleh PT FI. Secara umum, pemerintah Indonesia tidak hanya
dirugikan dalam keuntungan materi saja. Eksploitasi tambang yang dilakukan PT
FI telah merusak lingkungan.
Dengan melihat begitu besarnya
kerugian yang dialami bangsa ,rasanya saat ini kita masih dijajah. Dijajah di
atas kekuatan yang kita miliki. Kekayaan alam yang kita punya dimonopoli oleh
pihak asing dan kita hanya mendapatkan sedikit keuntungan dari apa yang kita
miliki. Seandainya, jika kekayaan alam di tanah Papua bisa kita kuasai sendiri
, keuntungan yang didapatkan oleh bangsa bisa mensejahterakan seluruh bangsa Indonesia.
Dengan keuntungan mencapai Rp 70 triliun per tahun bisa menggratiskan biaya pendidikan dan biaya
kesehatan tanpa menggunakan uang APBN .
Pemerintah
tidak bisa berbuat banyak , dari zaman Soeharto lahan di tanah Papua sudah
dikuasai oleh pihak asing dan kita hanya mendapatkan bencana dari hasil
eksploitasi tersebut. Tambang yang terus digali menyebabkan kelongsoran dan
sekitar bulan Desember tahun lalu sebagian masyarakat Papua mengalami kelaparan
. Hal ini sangat disayangkan, tanah yang sebagai lahan pertanian ikut rusak
dikotori oleh limbah Freeport , air
sumur pun jadi keruh. Kita hanya menanti akan hancurnya tanah Papua saat ini
jika kita tidak bergerak cepat dan tidak bisa mengatasi dampak dari ekploitasi
alam yang terus menerus. Kita hanya mendapatkan sampah.
Eksploitasi
alam yang terus menerus yang merugikan bangsa tidak bisa dibiarkan. Peningkatan SDM sangat diperlukan
saat ini. Indonesia membutuhkan orang – orang profesional yang dapat
memanfatkan SDA yang melimpah di tanah
air ini. Dengan SDM yang handal kita dapat memanfaatkan sumber daya alam untuk
mensejahterkan bangsa dam membebaskan Indonesia dari monopoli pihak asing. Oleh
karena itu masyarat Papua memanggil seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama
membangun kembali Papua menjadi tempat sumber kekayaan alam yang melimpah yang
dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bangsa.
By : Dida Hafizah Asmarabbiah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar