April 2011 entah tanggal
berapa, adalah hari yang sangat menegangkan, hari itu adalah hari pengumuman kelulusan
yang ditunggu-tunggu semua teman-teman seangkatan. Bukan hanya mengabarkan
kelulusan, hari itu juga menjadi hari yang menentukan langkah kami selanjutnya,
melepaskan seragam putih abu-abu yang berarti juga meninggalkan masa yang
penuh warna, meninggalkan keganasan dalam mencari jati diri dan seharusnya juga
meninggalkan ke-Alay-an, seharusnya. Kata LULUS dalam amplop pun menjadi
saksi bisu kebahagiaan kami, dunia pun seakan milik kami, milik orang-orang
yang sudah melewati satu tahap penting dalam hidupnya.
Mengingat masa SMA memang tak
akan ada habisnya, ada bahagia dan juga sedihnya. Mungkin benar kata orang Masa
SMA adalah masa yang paling indah. So, sekarang saya akan sedikit bercerita
tentang masa SMA.
Saya SMA di sekolah negeri
yang termasuk menjadi unggulan, SMAN 1 ENDE. Sewaktu kelas 1 SMA rasa-rasanya
menjadi orang asing soalnya tidak ada satupun yang dikenal, tidak ada teman
SMPku disana. Kelas 1 dilewati begitu saja, aroma SMP masih tercium dengan
jelas, masih labil dan nggak da dewasa-dewasanya. Ini semua berubah ketika saya
kelas 2, saya masuk kelas IPA, sedikit deg-degan melihat teman2 kelas yang
terlihat sangat Smart, waktu terus berjalan tapi sepertinya dugaanku salah. Teman-teman kelas memang semuanya Smart tapi tingkah laku kami sekelas
tidak menunjukan ciri-ciri orang pintar sama sekali. Kelas selalu rame, klo nggak
ada guru kita akan membentuk kelompok masing-masing bukan
untuk belajar tapi bercerita tentang apa aja, topic yang dibahas
sangat luas.
![]() |
| Ini Helga |
Ini dua orang teman aku yang setiap hari selalu rame, Helga sama Exan.
Kebahagian bertemu dengan mereka berdua seperti monyet dikasih pisang,
bahagia sekali, Hahaaaa.Kenal dan berteman mereka seakan membuat hidup ini
hanya diisi dengan ketawa ajaa. Tanpa hari tanpa ketawa, dan kita sering
melakukan kebodohan-kebodohan bersama dan anak-anak kelas sering sekali memberikan
kami julukan mulai dari tukang tipu, tukang sembunyi sepatu dan lain-lain.
Sebenarnya, kita nggak ada rencana untuk menipu hanya teman- teman kelas aja
yang terlalu polos dan mau menerima
mentah-mentah omongan kita. Saat memulai suatu obralan kita nggak ada rencana
menipu, pembicaran berjalan dengan normal dan ketika kita mengatakan sesuatu
untuk candaan mereka mengira itu serius, kita pun memanfaatkan kesempatan dan
terus bercerita kebohongan. HAAAHAAA…
Rata-rata anak-anak di kelas
tidak ada yang menunjukan tampang anak IPA yang alim, mulai dari ada yang
sering telat. pake seragam selalu nggak benar dan pelanggaran lainnya tapi
seburuk-buruknya kita, kita nggak pernah bolos pelajaran. Satulagi keburukan
kelas ini kegiatan diluar belajar-mengajar paling sedikit yang hadir. Kalau
sore-sore disuruh ke sekolah untuk kerja bakti pasti IPA 3 paling sedikit yang
datang, dan pernah waktu !7 Agustus dari IPA 3
hanya 3 orang yang ikut upacara
di Lapangan, dan akibatnya hukumannya kita berlutut sambil hormat menghadap bendera
keesokan harinya. Banyak lagi kisah-kisah seru nan jahil yang pernah kita
lakuin dan nanti suatu saat saya akan menceritakan kisah-kisah aneh itu satu
per satu.
Ohhh iya,,
kurang lengkap kalo cerita semasa SMA itu nggak ada soal cinta-cntaan. Aku dan
teman-teman kelas pun nggak absen soal cita-cintaan. Kelasku kayaknya banyak
yang CInlok, yang anehnya padahal udah tahu tingkah laku teman-temannya yang
seperti itu tapi masih ada aja yang cinlok, bener2 aneh. Mungkin udah kemakan
cinta kali dan lagi dimabuk asmara. Haahhaa,, memang indah banget kalo ingat
masa-masa SMA.
Sekarang kita semua sudah
kuliah di tempat yang berbeda-beda dengan membawa kenangan masa SMA yang
Indahnnya ruaaaaaaarrr biassa. Apa yang kita impikan saat ini dan masa SMA
duluu pasti terwujud kawan-kawan. Satu lagi teman-teman benar sekali kata- kata
Sheila On 7 “ masa saat kita bersenang-senang itu adalah masa yang akan kita
rindukan dan ini akan menjadi kisah klasik untuk masa depan.”
Miss
You Friend…
![]() |
| tampang2 memelas IPA 3 |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar