Sabtu, 01 Maret 2014

Peran UKS dalam Menangani Seks Bebas

Bukan sesuatu yang dapat diingikari lagi seks bebas di kalangan remaja sudah menjadi sesuatu yang dianggap biasa dan malah menjadi trend saat ini. Meningkatnya seks bebas yang dilakukan oleh remaja tentunya sangat merisaukan, dari beberapa penelitian pun ditemukan di beberapa kota besar seks bebas meningkat setiap tahunnya.

Berbicara tentang seks bebas pada remaja pasti akan banyak aspek yang akan terlibat mulai dari orang tua, sekolah serta lingkungan. Orang tua memiliki peran penting dalam hal membimbing dan mengajarkan anaknya tentang pendidikan seks. Banyak orang tua yang menganggap tabu untuk menjelaskan masalah seks pada anaknya, inilah yang menyebabkan banyaknya para remaja yang mencari tahu sendiri dan mencoba melakukannya. Ketika seorang anak telah mengalami pubertas sebaiknya orang tua dapat membimbing tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh mereka. Sayangnya, orang tua saat ini sepertinya kalah saing dengan teknologi , para remaja lebih suka berbagi cerita di social media daripada bercerita ke orang tua. Inilah mengapa keterbukaan dalam keluarga sangat penting.
Lingkungan memiliki pengaruh yang tidak kalah pentingnya, era globalisasi dan mulai tersingkirnya nilai dan norma dalam masyarakat seakan menjadi sebuah pertunjukan. Lunturnya norma agama pada kalangan remaja dan sedikitnya pemahaman mereka tentang larangan dalam beragama menjadi faktor yang mendukung  seks bebas ditambah lagi dengan adanya internet yang memudahkan mencari hal-hal yang berbau porno yang dapat merangsang biologis dan psikologis remaja.
Melihat kenyataan ini, semua pihak harus terlibat dalam menghilangkan perilaku seks bebas. Bukan hanya orang tua, pemerintah pun harus turun langsung dalam menangani ini dan sekolah adalah tempat  yang dapat memberikan edukasi tentang seks dan norma dalam kehidupan. Pendidikan seks di sekolah harus terus disosialisasikan. UKS dan guru BK memiliki peran penting dalam hal ini.
Mengapa UKS berperan penting?  UKS bukan hanya tepat untuk beristirahat di kala lelah menerima pelajaran . UKS memiliki banyak fungsi yang selama ini jarang dilakukan, antara lain memberikan pedidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan. Pendidikan kesehatan bisa dilakukan dengan bekerja sama  dengan dokter atau perawat komunitas. Pendidikan kesehatan tentang reproduksi dan seks akan menjadi topik yang hangat untuk disampaikan. Bukan hanya sekedar penyuluhan tapi dokter dan perawat bisa terus mengontrol perkembangan siswa, para siswa pun diberikan kesempatan untuk berbagi cerita bersama mereka.  Ditambah lagi untuk saat ini sudah ada perawat sekolah yang dapat membantu masalah yang berhubungan dengan kesehatan di sekolah. Selain UKS, guru Bimbingan dan Konseling di sekolah sangat penting dalam menghadapi siswa yang bermasalah. Konselor sekolah menempati posisi yang strategis dalam upaya pembinaan remaja.
Mengikuti apa yang digemari remaja saat ini, berbagi cerita dengan siswa pun bisa dilakukan di dunia maya dengan cara sekolah membuat situs sekolah untuk curhatan siswa. Para siswa yang enggan untuk bercerita pun secara langsung dapat terbuka dan apa yang mereka tanyakan terjawab dan mereka dapat mengetahui kebenarannya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar