Bukan
sesuatu yang dapat diingikari lagi seks bebas di kalangan remaja sudah menjadi
sesuatu yang dianggap biasa dan malah menjadi trend saat ini. Meningkatnya seks bebas yang dilakukan oleh remaja tentunya
sangat merisaukan, dari beberapa penelitian pun ditemukan di beberapa kota
besar seks bebas meningkat setiap tahunnya.
Berbicara
tentang seks bebas pada remaja pasti akan banyak aspek yang akan terlibat mulai
dari orang tua, sekolah serta lingkungan. Orang tua memiliki peran penting
dalam hal membimbing dan mengajarkan anaknya tentang pendidikan seks. Banyak
orang tua yang menganggap tabu untuk menjelaskan masalah seks pada anaknya,
inilah yang menyebabkan banyaknya para remaja yang mencari tahu sendiri dan
mencoba melakukannya. Ketika seorang anak telah mengalami pubertas sebaiknya
orang tua dapat membimbing tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan
oleh mereka. Sayangnya, orang tua saat ini sepertinya kalah saing dengan
teknologi , para remaja lebih suka berbagi cerita di social media daripada bercerita
ke orang tua. Inilah mengapa keterbukaan dalam keluarga sangat penting.
Lingkungan
memiliki pengaruh yang tidak kalah pentingnya, era globalisasi dan mulai
tersingkirnya nilai dan norma dalam masyarakat seakan menjadi sebuah pertunjukan.
Lunturnya norma agama pada kalangan remaja dan sedikitnya pemahaman mereka
tentang larangan dalam beragama menjadi faktor yang mendukung seks bebas ditambah lagi dengan adanya
internet yang memudahkan mencari hal-hal yang berbau porno yang dapat
merangsang biologis dan psikologis remaja.
Melihat
kenyataan ini, semua pihak harus terlibat dalam menghilangkan perilaku seks
bebas. Bukan hanya orang tua, pemerintah pun harus turun langsung dalam menangani
ini dan sekolah adalah tempat yang dapat
memberikan edukasi tentang seks dan norma dalam kehidupan. Pendidikan seks di
sekolah harus terus disosialisasikan. UKS dan guru BK memiliki peran penting
dalam hal ini.
Mengapa
UKS berperan penting? UKS bukan hanya
tepat untuk beristirahat di kala lelah menerima pelajaran . UKS memiliki banyak
fungsi yang selama ini jarang dilakukan, antara lain memberikan pedidikan
kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan. Pendidikan kesehatan
bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan
dokter atau perawat komunitas. Pendidikan kesehatan tentang reproduksi dan seks
akan menjadi topik yang hangat untuk disampaikan. Bukan hanya sekedar
penyuluhan tapi dokter dan perawat bisa terus mengontrol perkembangan siswa,
para siswa pun diberikan kesempatan untuk berbagi cerita bersama mereka. Ditambah lagi untuk saat ini sudah ada perawat
sekolah yang dapat membantu masalah yang berhubungan dengan kesehatan di
sekolah. Selain UKS, guru Bimbingan dan Konseling di sekolah sangat penting
dalam menghadapi siswa yang bermasalah. Konselor sekolah menempati posisi yang
strategis dalam upaya pembinaan remaja.
Mengikuti
apa yang digemari remaja saat ini, berbagi cerita dengan siswa pun bisa
dilakukan di dunia maya dengan cara sekolah membuat situs sekolah untuk
curhatan siswa. Para siswa yang enggan untuk bercerita pun secara langsung
dapat terbuka dan apa yang mereka tanyakan terjawab dan mereka dapat mengetahui
kebenarannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar