Akhirnya
blog repro berakhir, itu artinya ada waktu 2 hari untuk nggak mikiran tentang
kuliah. So, aku ma Ninin (BFF) berencana untuk mbolang ke
Surabaya. Kami pun merencanakan hari Sabtu untuk menjalankan misi besar ini, sebelumnya
kami berusaha mengajak teman-teman yang
lain tapi sepertinya mereka tidak seantusias kita berdua, ujung-ujungnya hanya
kami berdua aja yang berangkat.
Jumat, Setelah
ujian OSCE yang begitu mendebarakn selesai, kami pun langsung beranjak untuk
mecari tiket ke stasiun, tapi sialnya tiketnya abis setelah setengah jam kita ngantri.
Kami tidak putus asa, masih ada Bis yang
bisa mengantarkan kami ke Surabaya. Setelah itu aku mengontak
teman-teman di Surabaya ternyata mereka sibuk, ya udah kita berdua putusin
nggak usah nginap hanya jalan-jalan aja.
Matahari Sabtu pagi telah terbit, walaupun hari itu tidak begitu cerah kita tetp
berangkat dengan penuh semangat, padahal
waktu itu harusnya ke kampus dan ikut sosialisasi blog baru (absent dulu yeee..
hheheh).
Tumben
banget pagi itu tunggu angkotnya agak lama dan malah kita ditinggal sama
angkot, sopir angkotnya lagi nggak butuh penumpang kali ya.. , setelah
sepersekian menit menuggu akhirnya angkot yang ditunggu-tunggu datang juga. Singkat
cerita, sampai di terminal nggak tunggu waktu lama kita langsung naik Bus Patas
dengan tarif biasa. Dua jam dalam perjalanan ditemani mas kece disebelah kanan, Ninin yang teller di
sebelah kiri dan pengamen dan pedagang asongan yang silih berganti. This is realy realy weekend for me.
Setibanya
di Surabaya, hanya bermodal nekad kita naik bis kota dengan tujuan Royal Plaza.
Keliling-keliling Plaza selama kurang lebih 3 jam serasa mengenyangkan mata,
hati dan perut pastinya. Menjejaki kaki di Plaza berlantai 5 itu dengan
menikmati kedasyhatan tiap lantai. Mulai
dari toko buku, pakaian, biskop dan foodcurt kami lewati hanya untuk mewarnai
waktu-waktu indah yang sayang dilewatkan, acara ritual foto-foto pun menjadi
bukti kebahagiaan kami. Waktu menunjukan pukul 15.00 dan itu merupakan alarm
bahwa kita harus beranjak dari Royal. Keluar dari Royal dengan penuh kepuasaan
dan kebingungan memikirkan ke
terminalnya naik apa ya??
Ternyata
nekad memang modal terbesar kami, dengan mengikuti dan bertanya pada
orang-orang akhirnya kami bisa sampai ke terminal. Sampai di terminal, kami langsung menumpangi Bis yang baru
saja berangkat tapi sayangnya, semua tempat duduk sudah terisi penuh terpaksa
aku sama Ninin berdiri sepanjang perjalanan. Sampai di Pandaan, syukurlah ada
mas-mas yang baik hati yang mau berdiri dan memberikan tempat duduknya. Rasanya walaupun udah
berdiri satu jam tidak melunturkan raut bahagia dari wajah kami. Rintik hujan
yang turun pun rasanya mengetahui bagaimana bahagianya kita berdua. Beberapa
menit kemudian, sampailah di Malang, senyuman yang tersisa masih mewarnai wajah
kita berdua, segelas es kelapa muda
menutup akhir cerita mbolang dengan senyuman yang susah
dihilangkan.
Sampai jumpa di nekad traveller berikunya…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar