Selasa, 26 November 2013

NEKAD TRAVELLER


Akhirnya blog repro berakhir, itu artinya ada waktu 2 hari untuk nggak mikiran tentang kuliah. So, aku ma Ninin (BFF) berencana untuk mbolang ke Surabaya. Kami pun merencanakan hari Sabtu untuk menjalankan misi besar ini, sebelumnya kami  berusaha mengajak teman-teman yang lain tapi sepertinya mereka tidak seantusias kita berdua, ujung-ujungnya hanya kami berdua aja yang berangkat.
Jumat, Setelah ujian OSCE yang begitu mendebarakn selesai, kami pun langsung beranjak untuk mecari tiket ke stasiun, tapi sialnya tiketnya abis setelah setengah jam kita ngantri. Kami tidak putus asa, masih ada Bis yang  bisa mengantarkan kami ke Surabaya. Setelah itu aku mengontak teman-teman di Surabaya ternyata mereka sibuk, ya udah kita berdua putusin nggak usah nginap hanya jalan-jalan aja.
Matahari  Sabtu pagi telah terbit,  walaupun hari itu tidak begitu cerah kita tetp berangkat dengan penuh semangat,  padahal waktu itu harusnya ke kampus dan ikut sosialisasi blog baru (absent dulu yeee.. hheheh).
Tumben banget pagi itu tunggu angkotnya agak lama dan malah kita ditinggal sama angkot, sopir angkotnya lagi nggak butuh penumpang kali ya.. , setelah sepersekian menit menuggu akhirnya angkot  yang ditunggu-tunggu datang juga. Singkat cerita, sampai di terminal nggak tunggu waktu lama kita langsung naik Bus Patas dengan tarif biasa. Dua jam dalam perjalanan ditemani mas  kece disebelah kanan, Ninin yang teller di sebelah kiri dan pengamen dan pedagang asongan yang silih berganti. This is realy realy weekend for me.
Setibanya di Surabaya, hanya bermodal nekad kita naik bis kota dengan tujuan Royal Plaza. Keliling-keliling Plaza selama kurang lebih 3 jam serasa mengenyangkan mata, hati dan perut pastinya. Menjejaki kaki di Plaza berlantai 5 itu dengan menikmati kedasyhatan  tiap lantai. Mulai dari toko buku, pakaian, biskop dan foodcurt kami lewati hanya untuk mewarnai waktu-waktu indah yang sayang dilewatkan, acara ritual foto-foto pun menjadi bukti kebahagiaan kami. Waktu menunjukan pukul 15.00 dan itu merupakan alarm bahwa kita harus beranjak dari Royal. Keluar dari Royal dengan penuh kepuasaan dan kebingungan memikirkan  ke terminalnya naik apa ya??
Ternyata nekad memang modal terbesar kami, dengan mengikuti dan bertanya pada orang-orang akhirnya kami bisa sampai ke terminal. Sampai di  terminal, kami langsung menumpangi Bis yang baru saja berangkat tapi sayangnya, semua tempat duduk sudah terisi penuh terpaksa aku sama Ninin berdiri sepanjang perjalanan. Sampai di Pandaan, syukurlah ada mas-mas yang baik hati yang mau berdiri dan memberikan  tempat duduknya. Rasanya walaupun udah berdiri satu jam tidak melunturkan raut bahagia dari wajah kami. Rintik hujan yang turun pun rasanya mengetahui bagaimana bahagianya kita berdua. Beberapa menit kemudian, sampailah di Malang, senyuman yang tersisa masih mewarnai wajah kita berdua, segelas es kelapa muda  menutup akhir cerita mbolang dengan senyuman yang susah dihilangkan. 
Sampai jumpa di nekad traveller berikunya…




Tidak ada komentar:

Posting Komentar